Selasa, 10 April 2012

sejenak saja

saat ini cuma kegelapan yang ada dihadapan mata ini
ini,,,,,itu,,,,semua terasa sulit untuk dihadapi
sejenak ingin melepas penat ini
sejenak ingin pergi dari hitam yang fana ini
sejenak ingin ada dalam dekapan tenang-MU
sejenak saja biarkan aku terlepas dan terbebas
sejenak lagi, cukup sejenak saja tuhan

l'll be have forgoten everything
what shoul l do, god

Selasa, 03 April 2012

MENGENALKAN NILAI-NILAI BUDAYA SUNDA PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERNYANYI


DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab 1 Pendahuluan
1.      A Latar Belakang
1.      B Rumusan Masalah
1.      C Tujuan Penulisan
1.      D Metode Penulisan
1.      E Sistematika Penulisan
Bab 2 Pembahasan
2.      A karakteristik budaya sunda dan metode bernyanyi
2.      B mengenalkan nilai-nilai budaya sunda melalui metode bernyanyi
Bab 3 Penutup
3.      A Kesimpulan
3        B Saran
Daftar Pustakan







BAB 1 PENDAHULUAN
1.      A Latar Belakang
Pada era perkembangan zaman pada saat ini, dunia maju semakin pesat dalam segi pertumbuhan ekonomi ,sosial dan budayanya. Baik dalam segi pendidikan, tatanan hidup masyarakat menuju arah yang mengglobal.
Sejalan dengan hal itu pula masyarakat beralih menuju tatanan hidup yang bermoderenisasi dan globalisasi. Sehingga terkecuali masyarakat jawa barat yang sudah kebarat-baratan yangmenganggap buadaya barat paling moderen saat ini.
Dalam pendidikan anak usia dini pun begitu, pendidikan dengan gaya  barat selalu menjadi tren di Indonesia khususnya jawa barat. Banyak faktanya para orang tua lebih tertarik pada pendidikan anak usia dini berbasis ala barat dibanding pendidikan anak usia dini ala Indonesia.
Sejalan dengan karakteristik itu semua maka dalam pendidikan anak usia dini pun tak boleh melupakan budaya asli Jawa Barat ini baik itu bahasa, niali budaya, tradisi budaya, dan sebagainya.
Dunia anak merupakan dunia yang unik dan aktif serta kreatif, maka tidak salah lagi kalau menanamkan nilai-nilai budaya sunda bisa dikembangkan dengan berbagai bcara pada anak salah satunya dengan bernyanyi.
B Rumusan Masalah
1)      Bagaimana karakteristik budaya sunda dan metode bernyanyi itu ?
2)      Bagaimana mengenalkan nilai-nilai budaya sunda melalui metode bernyanyi pada anak usia dini?
1.      C Tujuan Penulisan
1)      Untuk mngetahui karakteristik budaya sunda dan metode bernyanyi
2)      Untuk mengetahui niali-nilai budaya sunda dapat dikenalkan pada anak usia dini melalui metode bernyanyi
1.      D Metode Penulisan
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1 Pendahuluan
1.      A Latar Belakang
1.      B Rumusan Masalah
1.      C Tujuan Penulisan
1.      D Metode Penulisan
1.      E Sistematika Penulisan
Bab 2 Pembahasan
2.      A karakteristik budaya sunda dan metode bernyanyi
2.      B mengenlakan nilai-nilai budaya sunda melalui metode bernyanyi
Bab 3 Penutup
3.      A Kesimpulan
2        B Saran
Daftar Pustakan
1.      E Sistematika Penulisan
Pada penulisan makalah ini penulis menggunakan studi litelatur dan studi pustaka yang dimulai dari bab 1 tentang pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan , dan sistematika penulisan. Selanjutnya bab 2 tentang karakteristik budaya sunda dan metode bernyanyi serta mngenalkan nilai-nilai budaya sunda melalui metode bernyanyi,. Lalu terakhir bab 3 berisikan kesimpulan dan saran.




BAB 2 PEMBAHASAN
2.      A Karakteristik Budaya Sunda Dan Metode Bernyanyi
1)      Karakteristik Budaya sunda
Setiap budaya memiliki ciri khas karakteristik masing-masing budaya sesuai dengan apa yang telah diwariskan nenek moyang kepada manusia selanjutnya. Budaya sunda tentu meiliki karakteristik yang tertentu yang mana karakteristik budaya sunda itu secara umum terdapat empat karakteristik budaya sunda diantaranya adalah :
a)      Kemampuan berorganisasi dan berkoordinasi, dipandang sebagai keberhasilan dalam interaksi sosial
b)      Kemampuan mobilitas yang tingggi, dipandang sebagai manusia yang kreatif, aktif baik dalam segi ekonomo, sosial dan politik
c)      Kemampuan tumbuh kembang, dimana dipandang sebagai bahwa manusia harus dapat maju dalam berfikir, menambah wawasan serta menciptakan hal-hal yang baru
d)     Kemampuan regenerasi, dipandang sebagai kemampuan untuk menurunkan generasi yang aktif serta produktif
e)      Mutu hidup, dipanadang sebagai manusia yang harus memiliki kualitas hidup yang baik dalam melakukan kebiasaan hidunya. Seperti tanggung jawab, idealisme, dan spontanitas.
Adapun secara umum nilai-nilai budaya sunda diantaranya adalah sebagai berikut:
Nilai Tradisi Masyarakat Sunda
Budaya sunda memiliki nilai yang tinggi, yakni dapat tercermin teleh dikenlanya budaya tulis sejak zaman dahulu. Masyarakat suda sangat menghormati pesan nilai budaya yang terkandung sangat tingggi dari para leluhurnya. Pesan pesan nilai budaya tersebut sangat strategis dan memiliki makan yang tingggi bagi kehidupan para pnerus selanjutnya. Yang salah satiunya pesan moral yang diwariskan oleh nenek moyang sunda dalam erat kaitannnya menjaga lingkungan atau hidup berdampingan dengan alam sekitar yang dapat dimaknai atau diterapakan secara  universal tidak hanya untuk masyarakat sunda itu sendiri. Etnik sunda itu sendiri sangat menjungjung keselarasan, keseimbangan dan kberlanjutan.
Tradisi yang dimiliki oleh etnik sunda sangat beragam bentuknya. Tradisi sunda merupakan adat istiadat yang dimiliki sunda yang khas, yang pada intinya tradisi sunda ini bertujuan untuk menyatukan antara umat manusia. Dalam berbagai tradisi itu terdapat pesan-pesan moral, sosial yang terkandung. Sepertihalnya mnghormati antara manusia, mengahragi, dan mnejaga lingkungan dengan baik demi tercapainya keberlangsungan hidup yang sejahtera tidak terjadinya kesenjangan sosial.
Nilai Religius
Nilai-nilai tradisi dan religius pada budaya sunda berjalan sesuai dengan perkembangan zamannnya. Agama yang dianut kebanyakan orang suda adalah agama Islam. Dan  sejalan itu pula maka masyarakat sunda dalam perkembangan tradisi dan agamanya selau diikuti dengan mitos-mitos tertentu yang pada intinya bermaksud untuk menyeimbangkan antara manusia dengan lingkungan alamanya.
Nilai Seni
Masyarakat sunda tentu memiliki nilai-nilai hidup yang lain untuk dapat menyeimbangakn kehidupannnya. Salah satunya adalah masyarakat sunda memiliki naluri seni yang beragam dari berbagi jenis seninya, seperti angklung dalam bermusik, wayang golek dalam pentas drama. Inilah bentuk perwujudan masyarakat sunda yang ingin memaknai kehidupan dalam berbagai segi keindahan.


2)        Metode bernyanyi
Bernyanyi merupakan bagian terpenting bagi anak usia dini dalam menstimulus perkembangannya. Melalui bernyanyi pula anak diajak untuk dapat mengekspresiakn perasaannnya dan membawa sifat bergembira dalam pembelajarannya. Dengan bernyanyi pula kegiatan pembelajaran tidak akan membuata jenuh anak, karena bernyanyi dapat membawa perasaan senang kepada anak.
Lebih jelasnya menurut Ruswandi (2004: 13) dalam Asti (2007:32)
“bernyanyi bagi anak merupakan kegiatan yang menggunakan instrumen suara yang dapat menambah perbendaharaan kata serta wawasan mengenai hal-hal yang belum ia ketahui”.
Menurut Jamalus (1975:11) bernyanyi merupakan ungkapan perasaan dan fikiran melalui nada dan kata-kata. Sejalan dengan hal tersebeut maka dapat di definisikan bahwa bernyanyi bagi anak meiliki arti bahwa senandung nada dan kata-kata dalam mengekspresikan perasaan dan fikiran. Maka bernyanyi sangat memiliki peranan penting dalam perkembangan budaya sunda baik itu bahasa, warisan budaya, atau bahkan aspek kebudayaan sunda yang lainnya.
Metode merupakan serangkaian cara yang dilakukan untuk tujuan tertentu. Jadi Metode bernyanyi merupakan serangkaian kegiatan yang bersenandung yang dilakukan dengan suasana yang menyenangkan sehingga membangun suasana kegembiraan dalam kegiatan pembelajaran.
Adapun langkah-langkah metode bernyanyi secara jelas adalah sebagai berikut
a)         Pendidik  dan anak-anak melakukan kegiatan tanya jawab sesuai dengan tema
b)         Pendidik melakukan kegiatan bernyanyi dalam bahasa sunda
c)         Anak-anak memperhatikan pendidik yang sedang mencontohkan kegiatan bernyanyi dalam bahasa sunda
d)   Kemudian anak-anak meniru lagu yang dicontohkan oleh pendidik
e)    Anak-anak dan guru kemudian menyanyikan lagu dalam bahasa sunda bersama-sama
f)    Anak-anak ditanya mengenai isi lagu tersebut

2        B Mengenalkan Nilai-Nilai Budaya Sunda Melalui Metode Bernyanyi
Seiring berkembangnya pendidikan anak usia dini, maka semakin beragam cara penyampaian stimulus perkembangan bagi anak. Bernyanyi bukanlah hal yang baru bagi pendidikan anak usia dini, apalagi bernyanyi merupakan kegiatan yang tak dapat dipisahkan dengan dunia anak. Dengan bernyanyi pulalah anak akan secara tidak langsung menyimpan ilmu pengetahuannya dalam jangka panjang. Setiap harai dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada anak usia dini salah satunya mengandung unsur-unsur nyanyian. Bernyanyi merupakan kegiatan yang dapat mengembangakan minat serta gairah belajar anak, karena bernyanyi mnyuguhkan kegiatan yang menyatukan alaunan nada-nada dan kata-kata. Sehingga pembelajaran menjadi bermakan dengan itu pula pemahaman anak tentang konsep pngetahuan menjadi tertanam lama karena membekas dan bermakna bagi anak.
Sejalan dengan itupula maka menanamkan nilai-nilai budaya lokal yakni nilai-nilai budaya sunda dapat dikemas melalui metode bernyanyi bagi anak usia dini. Nilai-nilai budaya yang semakin kesini semakin ditinggalkan oleh pemiliknya ini maka melalui pendidikan anak usia dini ini lah merupakan fase strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal secara dini.
Dalam kegiatan pendidikan anak usia dini bernyanyi yang selalu tren dengan bahasa indonesia dan bahasa inggis. Masih sedikit yang menggunakan tren lagu bahasa sunda pada pendidikan anak usia dini. Maka berdasarakan hal tersebut nilai-nilai budaya sunda dapat diperkenalkan melalui bernyanyi.
Seperti misalnya lagu berikut untuk mngenalkan nilai-nilai moral pada anak bahwasaannya dalam menyelesaikan satu pekerjaan jangan sambil malas-malasan atau bahkan mengantuk karena akan menghasilkan pekerjaan yang buruk. Lagu ini dibarengi dengan gerakan-gerakan tertentu agar anak dapat tertarik dalam menyanyikannya.
Judul lagu : Gorolong Roda Sapi
Lirik :
Gorolong roda sapi ngagorolong
Guruduk guruduk
Pak kusirna nundutan
Dut ndutan
Sapina ngontoyong teu puguh tujuan
Da bongan pakusirna nundutan
Dut ndutan
Lalu selanjutnya dalam mengenalkan nilai-nilai moral dan religius yang terdapat dalam budaya sunda, dapat dikenalkan melalui nyanyian seperti misalnya lagu berikut :
Judul lagu : nami jari jempol
Lirik
Ieu namina jempol rema
Ieu namina jempol rema
Saur jempol teh 2 x
Urang ulah narompol
Ieu namina curuk rema
Ieu namina curuk rema
Saur curuk teh 2x
Urang kedah naruirut
Ieu namina jajangkung rema
Ieu namina jajangkung rema
Saur jajangkung 2x
Urang kedah ngariung
Ieu namina jariji rema
Ieu namina jariji rema
 Saur jariji 2x
Urang kedah ngaraji
Ieu namina cingir rema
Ieu namina cingir
Saur cingir teh 2x
Urang kedah nyarengir
Adapun lagu dalm bahasa sunda yang terdapat nili-nilai budaya sunda yakni khususnya bahasa sebagai warisan budaya yang mencakup hal-hal yang anak sukai misalnya
Judul lagu : abgi gaduh boneka
Abi teh ayna gaduh hiji boneka
Teu kinten saena sareng lucuna
Kuabi de erokan, erokna sae pisan
Cik mangga tinggali boneka abdi
Dengan lagu-lagu diatas dalam bahasa sunda diharapkan dapat mnenlalkan jati diri seorang asli sunbda sejak dini.
Dalam pembuatan lagu ini tentunya menuntut kreativitas seorang pendidik anak usia dini yang kreativ inovatif dalam menciptakan lagu-lagu dalam bahsa sunda. Sehingga lagu-lagu dalahm bahasa sunda untuk anak-anak dapat bersaing dengan lagu-lagu dalam bahasa lain. Maka seiring dengan itu pula nilai-nilai budaya lokal tetap menjadi jati diri seorang sunda ditengah-tengah kehidupan yang saat ini.





BAB 3 PENUTUP
3.      A Kesimpulan
a)      Budaya sunda merupakan budaya yang kaya akan nilai-nilai kebudayaannnhya. Siring dengan hal tersebut terdapat tiga unsur pokok nilai nudaya yang terkandung, dianataranya adalah niali tradisi masyarakat sunda, nilai religius, dan nilai seni. Selanjutnya metode bernyanyi merupakan serangkaian metode yang ,menekanakan pada kativitas pnekanan nada-nada dan kata-kata dalam mengekspresikan perasaan dan fikiran.
b)      Melalui metode bernyanyi anak dapat mngenal nilai-nilai budaya sunda yang sesuai dengan perkembangan pengentahuannnya. Melalui bernyanyi anak dapat merekam nilai-nilai yang terkandung dalam nyanyian bahasa sunda sehinggga anak dapat mngenal sejak dini budaya sunda serta nilai-nilai yang budaya. Melalui bernyanyi nilai-nilai budaya diinterpretasikan dalam bentuk kata-kata yang sederhana lalu disenandungkan sehinggga kmakna dari lagub tersebut dapat diingat anak dalam jangka waktu yang panjang.
3        B Saran
Pendidikan anak usia dini merupakan sarana yang strategis dalam mngembangkan berbgai pengetahuan yang harus didmiliki anak. Tetapi dalam praktek riil nya pendidikan anak usia dini apada zaman sekarang ini yang menjadi trending topik adalah pendidikan anak usia dini ala barat, sehingga budaya lokal terkikiskan. Untuk itu dalam penerapan pendekatan pendidikan anak usia dini sebaiknya pendekatan yang berbasis kearifan lokal sehingga sesuai dengan karakteristik bangsa yang memiliki beribu-ribu budaya yang khas.




DAFTAR PUSTAKA

Chourmain, Imam.2011.Pendekatan-Pendekatan Alternatif Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : Rineka Cipta
D, Nugraha. 2006. Ngamumule Basa Sunda. Bandung : Yrama Widya
Isjoni. 2010. Model Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung : Alfabeta
Kuswari, Usep DKK.2007. Pendidikan Bahasa Daerah Bahan Belajar Mandiri. Bandung ; Upi Press
L.Roopnarine, Jaipaul Dan E, Jhonson, James. Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Berbagai Pnedekatan. Jakarat : Kencana Prenada Media Group
Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya. Jakarat : Kencana Prenada Media Group
Suyanto, Slamet.2005. Dasar – Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarata : Hikayat Publising
Tim Wacana Nusantara. 2010. Warisan Nilai Budaya Sunda. Tersedia Di   Http://Www.Ciptagelar.Or

pakenjeng is my paradise

pakenjeng is my paradise
sempat terlintas dibenak ini untuk berkata ahal itu. terlahir sebagai orang pakenjeng bukanlah merupakan beban dan gengsi bagi diri ini. walau pun entah mengapa setiap orang yang bertanya tentang dari mana anada alamatnya ?? orang-orang yang bertanya seperti itu layaknya mnertawakan keberasalanaku ini. ditempat saya sekarang menuntut ilmu pun tak jarang teman-teman selalu mncibir nbahkan mnyepelekan asal tempatku itu. padahala nih whats wrong with PAKENJENG ??? apakah pernah alamat saya ini makana nya mnghinna yang bertanya. padahal tidak tuh setahu sya mah.
namun pada intinya saya itu bukan marah cuma geli aja buat orang-orang yang suka menyepelekan alamat saya itu. entahlah sebab pastinya apa. yang pasti saya orang PAKENJENG ASLI berani bersaing dengan mereka, berani melebihi kemampuan mereka, buktinya banyak orang pakenjeng yang kuliah. itu membuktikan bahwa pakenjeng is not hell.




Minggu, 25 Maret 2012


BERMAIN MELONCAT DADU UNTUK MENGENALKAN LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA DINI
MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah bermain







Oleh :
Ina Martina
0903026



PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KAMPUS CIBIRU
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2012


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan rasa syukur bagi-Nya dengan ketetapan serta kebijakan-Nya. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan para sahabat-sahabatnya.
Penyusun menghaturkan banyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, membagi, mendukung, serta mendoakan, baik yang telah menyalurkan tenaga, fikiran dan materi atas segala yang terasa maupun tidak langsung atau yang langsung dalam penulisan makalh ini. Tanpa doa dan dorongan serta motivasi dan dorongannya maka makalah ini terbentuk.
Atas ridho dan karunia-Nya pula maka maklah ini terbentuk dengan judul Bermian Lompat Dadu Untuk Mngenalkan Lambang Bilangan Pada Anak Usia Dini, walaupun dengan segala bentuk kekuranganya dan jauh dari kesan kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya mulik Allah semata.
Maka kritik dan saran para pembaca semuanya akan sangat ditunggu dan diterima demi tercapainya perbaikan dalam penilisan makalh selanjutnya.
Wassalam


 Penyusun





DAFTAR ISI
Daftar isi
Kata pengantar
Bab 1 pendahuluan
1.    A Latar belakang
1.    B Rumusan masalah
1.    C Tujuan Penulisan
1.    D Metode penulisan
1.    E sistematika penulisan
Bab 2 bermain melompat dadu angka untuk mngenalkan lambang bilangan pada anak usia dini
2.    A Alat main
2.    B Cara permainanan
Bab 3 analisis
3.    A Kajian teori
3.    B Uji coba permainan dan wawancara
Bab 4 kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA





BAB I PENDAHULUAN
1.      A Latar Belakang 
Bermain merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari anak, bermain merupakan dunia mereka, maka dari itulah kegiatan bermain sambil belajar yang harus dikembangkan pada anak usia dini.  Berbagai bentuk permainan beragam yang dimainkan oleh anak dengan teman sebayanya, bahkan dengan orang dewasa disekitarnya sekalipun.
Banyak aspek perkembangan yang bisa dikembangkan melalui permainan. Salah satunya adalah kemampuan kognitif anak. Kemampuan kognitif anak ikut mempengaruhi pola fikir bermain mereka maka dari itu bermain itu tidak hanya menuntut kegiatan yang aktif secra fisik semata namun juga harus mengaktifan kemampuan berfikir logis matematis mereka.
Karakteristik anak usia dini beradap pada tahap sensorimotor menurut Piaget, kemampuan kognitif mereka pada tahap ini adalah dimana mereka belum dapat berfikir secara abstrak, mereka baru dapat berfikir secara konkret. Maka mereka hanya akan mengenal konsep pengetahuan dengan benda-benda yang nyata.
Untuk itulah maka dalam mengembangkan logis matematis mereka, dalam mengenalkan bilangan dengan lambang bilangannya melalui benda konkret seperti halnya dengan  media Dadu Angka yang dikemas dalam permainan melompat dadu. Maka dari kegiatan bermain ini diharapakan dapat mengenalkan lambang bilangan secra kongkret.
I.       B  Rumusan Masalah
1)      Bagaimanakah permainan melompat dadu itu ?
2)      Bagaimana bermain melompat dadu dapat mengenalkan lambang bilangan pada anak nusia dini ?
I.       C Tujuan Penulisan
1)      Untuk mengetahui permainan melaompat dadu angka
2)      Untuk mengetahui bermain melompat dadu angka dapat mengenalkan lambang bilangan pada anak usia dini
I.       D Metode Penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
I.         A latar belakang
I.         B Rumusan masalah
I.         C Tujuan penulisan
I.         D Metode penulisan
I.         E Sistematika penulisan
BAB 2 BERMAIN MELOMPAT DADU ANGKA UNTUK MENGENALKAN LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA DINI
2.        A Alat main
2.        B Cara permainan
BAB 3 ANALISIS
3.      A Kajian teori
3.        B praktek anak
BAB 4 KESIMPULAN
I.     E Sistematika Penulisan
Pada penulisan makalah ini penulis menggunakan studi litelatur dan studi pustaka yang dimulai dari bab 1 tentang pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan , dan sistematika penulisan. Selanjutnya bab 2 berisikan tentang bermian melompat dadu angka untuk mngenalkan lambang bilangan pada anak usia dini. Lalu bab 3 berisikan analisis kajian teori dan ujicoba permainan serta hasil wawancara. Dan terakhir bab 4 berisikan kesimpulan.

BAB 2 BERMAIN MELOMPAT DADU ANGKA UNTUK MNGENALKAN LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
2. A Alat Permainan/ Media
Adapun media yang digunakan dalam permainan ini adalah, sebagai berikut :
1)      Dadu angka
2)      Anak
3)      Halaman yang luas
Dalam menetapkan media permainan maka guru harus bmemperhatikan keamanan dan keawetan mainan tersebut, maka Dadu angka yang dipakai dalam permainan ini adalah dadu angka yang terbuat dari kain flanel. Bahan yang dibutuhkan dalam membuat dadu angka adalah :
a)      Kain flanel
b)      Busa atau kapas
c)      Jarum jahit
d)     Benang jahit
e)      Gunting
Cara membuatnya adalah, pertama buatlah pola persegi dan lambang bilangan yang akan dikenalakan  berjumlah enam dengan ukuran yang sama berbentuk persegi pada kain flanel. Kedua guntinglah kain flanel dengan mengikuti pola yang sudah dibuat tadi. Ketiga jahitlah kain flanel yang sudah berbentuk persegi tadi satu persatu sehingga membentuk persegi, namun ada satu sisi yang belum tertiutup untuk memasukan busa atau kapas.keempat  Tempelkanlah bentuk huruf-huruf di atas permukaan kain flanelnya. Dan terakhir masukan busa atau kapas kemudian jahitlah. Sehingga membentuk dadu seperti gambar berikut ini
                               

2. B Cara memainkan permainannya :
Dalam memainkan permainan ini langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1)      Anak melemparkan dadu sesuai dengan keinginannya
2)      Setelah dilempar, mintalah anak untuk menyebutkan bilangan tersebut
3)      Lalu suruhlah anak untuk melompat sebanyak angka yang ia sebutkan
4)      Jika benar maka berilah kesempatan pada anak untuk menunjukan lambang bilangannya pada angka dadu tersebut



BAB 3 ANALISIS
3. A Kajian Teori
Menurut Elizabeth Hurlock (dalam Yunus,2009:13) bahwa bermain itu dibagi menjadi dua kategori, yaitu bermain aktif dan bermain pasif. Yang termasuk kedalam bermain aktif diantaranya adalah:
1)      Bermain bebas dan spontan, biasanya rata-rata dimainkan oleh anak usia 3 sampai 2 bulan. Bermian bebas dan spontan ini biasanya dilakukan dimana saja dan kapan saja. Bayi usia 2-3 bulan biasanya tiba-tiba menendang, meraih benda.
2)      Bermain peran,dimana dalam permainan ini anak-anak menggunakan daya imajinasi mereka dalam melakukan permainan. Misalnya anak bermian pasar-pasaran ada yang menjadi pembeli dan ada yang menjadi penjual.
3)      Mengumpulkan benda-benda, dalam permainan ini anak-anak mngumpulkan benda-benda yang menarik perhatiannya, seperti mengumpulkan biji-bijian yang menurut mereka unik walaupun tidak tau kegunaannya.
4)      Membangun dan menyusun, dalam permianan ini anak-anak menggunakan berbagi jenis benda-benda yang dapat dijadikan suatu hasil karya. Misalnya bermain pasir membuat gunung, istana, dan sebagainya.
5)      Permainan games dan olah raga, dalam permainan ini anak-anak melakukan pertandingan antara anak satu dengan lainnya atau dalam kelompok untuk menguji kemampuan mereka masing-masing.
6)      Bermain musik, dimana dalam permainan ini melibatkan aktivitas anak dalam seni musiknya, seperti tiba-tiba disekolah anak memukul-mukul meja atau menari-nari.
7)      Melakukan penjelajahan, dalam permainan ini anak melakukan aktivitas eksplorasi untuk m,eneliti atau menelaah sesuatu yang melibatkan alam bebas. Misalnya karyawisata.
8)      Melamun, dalam aktivitas ini anak mengggunakan imajinasi mereka nuntuk memikirkan sesuatu yang mereka inginkan, maka secara sepintas mereka sedang aktif berfikir, misalnya melamun sedang meniki kapal besar, atau sedang memiliki mobil besar, dan sebagainya.
9)      Bermain komputer, dimana dalam aktivitas ini anak juga menggunakan daya fikir mereka dalam melakukan permaianan yang berasal dari komputer.
Yang termasuk kedalam permianan pasif diantaranya adalah :
1)      Membaca, dalam aktivitas ini anak sedang melakukan daya kemampuan bahasanya, misalnya membaca buku cerita tentang binatang.
2)      Melihat dan membaca komik, misalnya dalam aktivitas ini anak membaca komik sinchan, dan lainnya.
3)      Menonton film atau televisi, dalam aktivitas ini anak bermain dengan menggunakan media televisi, misalnya menonton fil doraemon, songebob squarepants, dan lainnya.
4)      Mendengarkan radio, dalam aktivitas ini anak mengggunakan indra pendengarannya, misalnya mendengarkan cerita dari radio.
5)      Mendengarkan musik, anak-anak beraktivitas mendengarkan musik. Misalnya mnedengarkan musik dari hanphone lagu-lagu anak..
Sejalan dengan kategori bermain diatas maka bermain meloncat bdadu angka dapat masuk kedalam kategori jenis bermain aktif yang maka bisa dimasukan  kedalam jenis bermain games dan olahraga. Dimana dalam permianan ini menuntut anak untuk menggunakan kemampuan motorik kasarnya dan kemampuan kognitifnya, walaupun permainan ini tidak harus selalu dipertandingkan akan tetapi dalam satu waktu permainan ini juga bisa dipertandingkan oleh banyak anak. Dalam permainan ini juga anak dituntut untuk dapat berfikir secara aktif dan menggunakan fisik secara aktif,yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan motorik anak dan mengembangkan kemampuan intelegensi anak. Seperti yang menurut Yunus abidin (2009:28) bahwa fungsi bermain itu diantaranya adalah:
1)      Mengembangkan kemampuan motorik anak, dimana anak menyeimbangakan gerakan fisik dengan fikiran mereka. Ini berarti bermain melompat dadu sangat berguna bagi anak untuk mengembangkan kemampuan motoriknya.
2)      Mengembangkan kemampuan intelektual (kognitif0 , dimana dalam bermain melompat dadu angka anak diberikan kesempatan untuk menggunakan indra pendengaran dan penglihatan. Menyeimbangakan antara indra penglihatan dan kemampuan berfikir mereka dengan cara mnebak huruf yang dilemparkan lalu mnyeimbangkan banyak angka dengan aktivitas melompatnya.
Maka jenis permaian melompat dadu angkat dapat dikategorikan sebagai permaian games atau olahraga yang dapat mengembangkan kemampuan motorik dan kemampuan daya berfikir anak.
Selain itu juga beberapa asumsi perkembangan kognitif anak dalam bermain menurut Piaget (Yunus abidin.2009:33)
“Pada saat anak bermain, mereka akan mengasimilasi berbagai ide dan pikiran baru. Ketika informasi atau situasi yang diketahuinya tidak sejalan dengan apa yang mereka telah ketahui, anak akan mengalami keputusasaan (disequilibrium). Pada saat itu anak akan mencoba mnguasai informasi tersebut melauli proses akomodasi (mengadaptasi informasi tersebut dengan infprmasi yang ada sebelumnya ) sehingga akan terbentuk pola pemahaman baru pada anak (equilibrium)”
“Lebih jauh piaget yakin bahwa bermain merupakan aktivitas asimilasi utama anak mengintegrasikan realitas dialami kedalam struktur mentalnya, secra praktis menghasilkan bentuk ide-ide baru,dan membangun makna atas pengalamanya tersebut. Melalui bermain, anak intuitif mengekspresikan berbagai elemen pengalamannnya yang tidak sejalan dengan pengetahuan awalanya menjadi sebauah pengetahuan siap barunya yang akan digunakan untuk menginterpretasikan dan mengekspresikan makna”
Berdasarkan karakteristik proses diatas maka bermain melompat dadu angka ini juga bagian yang akan memberikan peran terhadap proses pembentukan pengetahuan baru bagi anak dalam hal ini pngetahuan kognitifnya. Sebelkumnya anak hanya mengetahui bahawa nama-nama angak-angka itu bagi mereka dalah sebuah niali perhitungan yang dimana sebelumnya mereka tidfak mngenal bahwa angka itu memiliki lambang masing-masing ini meruppakan proses bagian dari asimilasi dan skema (pengalaman /pengetahuan awal). Setelah itu melanjut pada proses kognitif selanjutnya dengan melempar dadu yang berisikan lambang-lambang angka yang harus mereka kuasai, mereka akan menyatukan pengetahuan awal dengan pengetahuan baru yakni bahwa setiap angka memilikin lambang dengan melibatkan aktivitas fisik ini merupakan proses akomodasi. Dan terakhir anak aakan menyeimbangakn pengetahuannnhya itu dan mempertahankannya dalam kemampuan logis mereka dan menjadi pngetahuan baru dan ini merupakan proses equilibrium.
3. B Ui Coba Permaian
Pada tahap awal diujicobakan permainan ini kepada anak umur 3 tahun, karena jenis permainan ini dapat diperkenalkan pada anak umur 3 tahun walaupun hanya sebatas memperkanalkan permainnya bukan untuk menanamkan kemampuan supaya harus dimiliki anak. Selain itu juga karena anak umur 3 tahun ini sudah memiliki kmampuan dalam mngetahui angka-angka antara 1-5.
Uji coba dilakukan diluar ruangan yakni out door, karena agar menyatu dengan alam sekitar sehingga anak tidak bosan dan tidak jenuh dalam melakukan permainnya.
Sebelum menginjak pada permainan tahap awalnya, anak diatany untuk bercerita apakah dia tau angka berapa saja, ternyata anak menjawab mngetahui hingga angka 1-5 dengan cara mnyebutkannya satu persatu walaupun tanpa disuruh. Lalu anak diajak untuk bermain langsung :
Pertama anak diajak untuk melempar dadunya


Disini terlihat bahwa anak sangat antusias dan senang dalam melempar dadu karena mungkin ini adalah merupakan suatu kegiatan yang ajaib bagi nmereka harus melempar-lempar benda.
Kedua, anak setelah melempar dadu diajak untuk menyebutkan angka dadunya 


Disini nampak telihat  anak sedang serius berfikir, mungkin ini merupkan proses pengembangan kognitifnya.
Ketiga setelah menyebutkan angka yang ia dapatkan maka ajaklah untuk melompat sebanyak angka yang ia sebutkan
Foto-0210.jpg
Foto-0208.jpg
Anak telihat senang dengan melompat yang ia lakukan, tidak nampak raut muka yang sedihb atay bingung bahkan bosan yang terlihat raut muka yang mneyenangkan.
Hasil Wawancara
Nama anak : Sigit Suhada
Umur : 3 tahun
Pertanyaan :
Sigit tau angka berapa aja ?
Jawaban anak :
Dede mah tau angka 1 2 3 4 5
Pertanyaan :
Yang angka satu yang mana ya? (sambil menunjukan dadu angka)
Jawaban anak :
Yang ini (menunjukan lambang bnilangan angka 1 )
Pertanyaan :
Tadi senang gak main lempar dadu sama melonpat ?
Jawaban anak :
Senang  ko
Sigit tau sekarang yang mana yang angka 1 ?
Jawaban anak :
Iya yang warnanya merah (sambil menunjukan dadu)



BAB 4 KESIMPULAN
1)      Bermain melompat dadu angka adalah merupakan sejenis prmainan games olah raga, dimana anak melempara dadu angka dan menyebutkannya kemudian hasilnya ia melompat sebanyak angka yang ia sebutkan. Secara rinci proses bermainnya Anak melemparkan dadu sesuai dengan keinginannya. Setelah dilempar, mintalah anak untuk menyebutkan bilangan tersebut.Lalu suruhlah anak untuk melompat sebanyak angka yang ia sebutkan. Jika benar maka berilah kesempatan pada anak untuk menunjukan lambang bilangannya pada angka dadu tersebut.
2)      Bermain melompat dadu angka dapat mnenganlakn lambang bilangan kepada anak, disini anak akan mngenal angka melalui dadu yang ia lemparkan terlebih dahulu lalu menggunakannya dalam lompatan-lompatan yang harus ia lakukan. Bermain lompat dadu angka ini dapat diperkenalkan mulai anak usia 3 tahun. Dalam permianan ini anak terlihat nampak bahagia dan senang karena permianan ini mudah dimengerti anak.













DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Yunus. 2009. Bermain Pengantar Bagi Penerapan Beyond Centres And Circle Time (BCCT). Bandung: Rizqi Press
Suyanto, Slamet.2005. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta; Hikayat Publising