saat ini cuma kegelapan yang ada dihadapan mata ini
ini,,,,,itu,,,,semua terasa sulit untuk dihadapi
sejenak ingin melepas penat ini
sejenak ingin pergi dari hitam yang fana ini
sejenak ingin ada dalam dekapan tenang-MU
sejenak saja biarkan aku terlepas dan terbebas
sejenak lagi, cukup sejenak saja tuhan
l'll be have forgoten everything
what shoul l do, god
pendidikan anak usia dini yang berbasis kebudayaan lokal, berdasarkan litelatur lokal dan kearifan lokal
Selasa, 10 April 2012
Selasa, 03 April 2012
MENGENALKAN NILAI-NILAI BUDAYA SUNDA PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERNYANYI
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
Bab
1 Pendahuluan
1. A
Latar Belakang
1. B
Rumusan Masalah
1. C
Tujuan Penulisan
1. D
Metode Penulisan
1. E
Sistematika Penulisan
Bab
2 Pembahasan
2. A
karakteristik budaya sunda dan metode bernyanyi
2. B
mengenalkan nilai-nilai budaya sunda melalui metode bernyanyi
Bab
3 Penutup
3. A
Kesimpulan
3
B Saran
Daftar
Pustakan
BAB 1 PENDAHULUAN
1.
A
Latar Belakang
Pada era perkembangan zaman pada saat ini, dunia
maju semakin pesat dalam segi pertumbuhan ekonomi ,sosial dan budayanya. Baik
dalam segi pendidikan, tatanan hidup masyarakat menuju arah yang mengglobal.
Sejalan
dengan hal itu pula masyarakat beralih menuju tatanan hidup yang
bermoderenisasi dan globalisasi. Sehingga terkecuali masyarakat jawa barat yang
sudah kebarat-baratan yangmenganggap buadaya barat paling moderen saat ini.
Dalam pendidikan anak usia dini pun begitu,
pendidikan dengan gaya barat selalu
menjadi tren di Indonesia khususnya jawa barat. Banyak faktanya para orang tua
lebih tertarik pada pendidikan anak usia dini berbasis ala barat dibanding
pendidikan anak usia dini ala Indonesia.
Sejalan
dengan karakteristik itu semua maka dalam pendidikan anak usia dini pun tak
boleh melupakan budaya asli Jawa Barat ini baik itu bahasa, niali budaya,
tradisi budaya, dan sebagainya.
Dunia anak merupakan dunia yang unik dan aktif serta
kreatif, maka tidak salah lagi kalau menanamkan nilai-nilai budaya sunda bisa
dikembangkan dengan berbagai bcara pada anak salah satunya dengan bernyanyi.
B Rumusan Masalah
1) Bagaimana
karakteristik budaya sunda dan metode bernyanyi itu ?
2) Bagaimana
mengenalkan nilai-nilai budaya sunda melalui metode bernyanyi pada anak usia dini?
1.
C
Tujuan Penulisan
1) Untuk
mngetahui karakteristik budaya sunda dan metode bernyanyi
2) Untuk
mengetahui niali-nilai budaya sunda dapat dikenalkan pada anak usia dini
melalui metode bernyanyi
1.
D
Metode Penulisan
Kata
pengantar
Daftar
isi
Bab
1 Pendahuluan
1. A
Latar Belakang
1. B
Rumusan Masalah
1. C
Tujuan Penulisan
1. D
Metode Penulisan
1. E
Sistematika Penulisan
Bab
2 Pembahasan
2. A
karakteristik budaya sunda dan metode bernyanyi
2. B
mengenlakan nilai-nilai budaya sunda melalui metode bernyanyi
Bab
3 Penutup
3. A
Kesimpulan
2
B Saran
Daftar
Pustakan
1.
E
Sistematika Penulisan
Pada penulisan makalah ini penulis menggunakan studi
litelatur dan studi pustaka yang dimulai dari bab 1 tentang pendahuluan yang
berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan , dan sistematika
penulisan. Selanjutnya bab 2 tentang karakteristik budaya sunda dan metode
bernyanyi serta mngenalkan nilai-nilai budaya sunda melalui metode bernyanyi,.
Lalu terakhir bab 3 berisikan kesimpulan dan saran.
BAB 2 PEMBAHASAN
2.
A
Karakteristik Budaya Sunda Dan Metode Bernyanyi
1)
Karakteristik Budaya sunda
Setiap
budaya memiliki ciri khas karakteristik masing-masing budaya sesuai dengan apa
yang telah diwariskan nenek moyang kepada manusia selanjutnya. Budaya sunda tentu meiliki karakteristik yang
tertentu yang mana karakteristik budaya sunda itu secara umum terdapat empat
karakteristik budaya sunda diantaranya adalah :
a) Kemampuan
berorganisasi dan berkoordinasi, dipandang sebagai keberhasilan dalam interaksi
sosial
b) Kemampuan
mobilitas yang tingggi, dipandang sebagai manusia yang kreatif, aktif baik
dalam segi ekonomo, sosial dan politik
c) Kemampuan
tumbuh kembang, dimana dipandang sebagai bahwa manusia harus dapat maju dalam
berfikir, menambah wawasan serta menciptakan hal-hal yang baru
d) Kemampuan
regenerasi, dipandang sebagai kemampuan untuk menurunkan generasi yang aktif
serta produktif
e) Mutu
hidup, dipanadang sebagai manusia yang harus memiliki kualitas hidup yang baik
dalam melakukan kebiasaan hidunya. Seperti tanggung jawab, idealisme, dan
spontanitas.
Adapun
secara umum nilai-nilai budaya sunda diantaranya adalah sebagai berikut:
Nilai Tradisi Masyarakat Sunda
Budaya
sunda memiliki nilai yang tinggi, yakni dapat tercermin teleh dikenlanya budaya
tulis sejak zaman dahulu. Masyarakat suda sangat menghormati pesan nilai budaya
yang terkandung sangat tingggi dari para leluhurnya. Pesan pesan nilai budaya
tersebut sangat strategis dan memiliki makan yang tingggi bagi kehidupan para
pnerus selanjutnya. Yang salah satiunya pesan moral yang diwariskan oleh nenek
moyang sunda dalam erat kaitannnya menjaga lingkungan atau hidup berdampingan
dengan alam sekitar yang dapat dimaknai atau diterapakan secara universal tidak hanya untuk masyarakat sunda
itu sendiri. Etnik sunda itu sendiri sangat menjungjung keselarasan,
keseimbangan dan kberlanjutan.
Tradisi
yang dimiliki oleh etnik sunda sangat beragam bentuknya. Tradisi sunda
merupakan adat istiadat yang dimiliki sunda yang khas, yang pada intinya
tradisi sunda ini bertujuan untuk menyatukan antara umat manusia. Dalam
berbagai tradisi itu terdapat pesan-pesan moral, sosial yang terkandung.
Sepertihalnya mnghormati antara manusia, mengahragi, dan mnejaga lingkungan
dengan baik demi tercapainya keberlangsungan hidup yang sejahtera tidak
terjadinya kesenjangan sosial.
Nilai Religius
Nilai-nilai
tradisi dan religius pada budaya sunda berjalan sesuai dengan perkembangan
zamannnya. Agama yang dianut kebanyakan orang suda adalah agama Islam. Dan sejalan itu pula maka masyarakat sunda dalam
perkembangan tradisi dan agamanya selau diikuti dengan mitos-mitos tertentu
yang pada intinya bermaksud untuk menyeimbangkan antara manusia dengan
lingkungan alamanya.
Nilai Seni
Masyarakat
sunda tentu memiliki nilai-nilai hidup yang lain untuk dapat menyeimbangakn
kehidupannnya. Salah satunya adalah masyarakat sunda memiliki naluri seni yang
beragam dari berbagi jenis seninya, seperti angklung dalam bermusik, wayang
golek dalam pentas drama. Inilah bentuk perwujudan masyarakat sunda yang ingin
memaknai kehidupan dalam berbagai segi keindahan.
2)
Metode bernyanyi
Bernyanyi
merupakan bagian terpenting bagi anak usia dini dalam menstimulus
perkembangannya. Melalui bernyanyi pula anak diajak untuk dapat mengekspresiakn
perasaannnya dan membawa sifat bergembira dalam pembelajarannya. Dengan
bernyanyi pula kegiatan pembelajaran tidak akan membuata jenuh anak, karena
bernyanyi dapat membawa perasaan senang kepada anak.
Lebih jelasnya menurut
Ruswandi (2004: 13) dalam Asti (2007:32)
“bernyanyi bagi anak
merupakan kegiatan yang menggunakan instrumen suara yang dapat menambah
perbendaharaan kata serta wawasan mengenai hal-hal yang belum ia ketahui”.
Menurut
Jamalus (1975:11) bernyanyi merupakan ungkapan perasaan dan fikiran melalui
nada dan kata-kata. Sejalan dengan hal tersebeut maka dapat di definisikan
bahwa bernyanyi bagi anak meiliki arti bahwa senandung nada dan kata-kata dalam
mengekspresikan perasaan dan fikiran. Maka bernyanyi sangat memiliki peranan
penting dalam perkembangan budaya sunda baik itu bahasa, warisan budaya, atau
bahkan aspek kebudayaan sunda yang lainnya.
Metode
merupakan serangkaian cara yang dilakukan untuk tujuan tertentu. Jadi Metode
bernyanyi merupakan serangkaian kegiatan yang bersenandung yang dilakukan
dengan suasana yang menyenangkan sehingga membangun suasana kegembiraan dalam
kegiatan pembelajaran.
Adapun
langkah-langkah metode bernyanyi secara jelas adalah sebagai berikut
a)
Pendidik
dan anak-anak melakukan kegiatan tanya jawab sesuai dengan tema
b)
Pendidik melakukan kegiatan bernyanyi
dalam bahasa sunda
c)
Anak-anak memperhatikan pendidik yang
sedang mencontohkan kegiatan bernyanyi dalam bahasa sunda
d) Kemudian
anak-anak meniru lagu yang dicontohkan oleh pendidik
e) Anak-anak
dan guru kemudian menyanyikan lagu dalam bahasa sunda bersama-sama
f) Anak-anak
ditanya mengenai isi lagu tersebut
2
B
Mengenalkan Nilai-Nilai Budaya Sunda Melalui Metode Bernyanyi
Seiring berkembangnya pendidikan anak usia dini,
maka semakin beragam cara penyampaian stimulus perkembangan bagi anak. Bernyanyi
bukanlah hal yang baru bagi pendidikan anak usia dini, apalagi bernyanyi
merupakan kegiatan yang tak dapat dipisahkan dengan dunia anak. Dengan
bernyanyi pulalah anak akan secara tidak langsung menyimpan ilmu pengetahuannya
dalam jangka panjang. Setiap harai dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan
pada anak usia dini salah satunya mengandung unsur-unsur nyanyian. Bernyanyi
merupakan kegiatan yang dapat mengembangakan minat serta gairah belajar anak,
karena bernyanyi mnyuguhkan kegiatan yang menyatukan alaunan nada-nada dan
kata-kata. Sehingga pembelajaran menjadi bermakan dengan itu pula pemahaman
anak tentang konsep pngetahuan menjadi tertanam lama karena membekas dan
bermakna bagi anak.
Sejalan dengan itupula maka menanamkan nilai-nilai
budaya lokal yakni nilai-nilai budaya sunda dapat dikemas melalui metode
bernyanyi bagi anak usia dini. Nilai-nilai budaya yang semakin kesini semakin
ditinggalkan oleh pemiliknya ini maka melalui pendidikan anak usia dini ini lah
merupakan fase strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal secara dini.
Dalam kegiatan pendidikan anak usia dini bernyanyi
yang selalu tren dengan bahasa indonesia dan bahasa inggis. Masih sedikit yang
menggunakan tren lagu bahasa sunda pada pendidikan anak usia dini. Maka
berdasarakan hal tersebut nilai-nilai budaya sunda dapat diperkenalkan melalui
bernyanyi.
Seperti misalnya lagu berikut untuk mngenalkan
nilai-nilai moral pada anak bahwasaannya dalam menyelesaikan satu pekerjaan
jangan sambil malas-malasan atau bahkan mengantuk karena akan menghasilkan
pekerjaan yang buruk. Lagu ini dibarengi dengan gerakan-gerakan tertentu agar
anak dapat tertarik dalam menyanyikannya.
Judul lagu : Gorolong Roda Sapi
Lirik
:
Gorolong
roda sapi ngagorolong
Guruduk
guruduk
Pak
kusirna nundutan
Dut
ndutan
Sapina
ngontoyong teu puguh tujuan
Da
bongan pakusirna nundutan
Dut
ndutan
Lalu selanjutnya dalam mengenalkan nilai-nilai moral
dan religius yang terdapat dalam budaya sunda, dapat dikenalkan melalui
nyanyian seperti misalnya lagu berikut :
Judul lagu : nami jari jempol
Lirik
Ieu
namina jempol rema
Ieu
namina jempol rema
Saur
jempol teh 2 x
Urang
ulah narompol
Ieu
namina curuk rema
Ieu
namina curuk rema
Saur
curuk teh 2x
Urang
kedah naruirut
Ieu
namina jajangkung rema
Ieu
namina jajangkung rema
Saur
jajangkung 2x
Urang
kedah ngariung
Ieu
namina jariji rema
Ieu
namina jariji rema
Saur jariji 2x
Urang
kedah ngaraji
Ieu
namina cingir rema
Ieu
namina cingir
Saur
cingir teh 2x
Urang
kedah nyarengir
Adapun lagu dalm bahasa sunda yang terdapat
nili-nilai budaya sunda yakni khususnya bahasa sebagai warisan budaya yang
mencakup hal-hal yang anak sukai misalnya
Judul
lagu : abgi gaduh boneka
Abi
teh ayna gaduh hiji boneka
Teu
kinten saena sareng lucuna
Kuabi
de erokan, erokna sae pisan
Cik
mangga tinggali boneka abdi
Dengan lagu-lagu diatas dalam bahasa sunda
diharapkan dapat mnenlalkan jati diri seorang asli sunbda sejak dini.
Dalam pembuatan lagu ini tentunya menuntut
kreativitas seorang pendidik anak usia dini yang kreativ inovatif dalam
menciptakan lagu-lagu dalam bahsa sunda. Sehingga lagu-lagu dalahm bahasa sunda
untuk anak-anak dapat bersaing dengan lagu-lagu dalam bahasa lain. Maka seiring
dengan itu pula nilai-nilai budaya lokal tetap menjadi jati diri seorang sunda
ditengah-tengah kehidupan yang saat ini.
BAB 3 PENUTUP
3.
A
Kesimpulan
a) Budaya
sunda merupakan budaya yang kaya akan nilai-nilai kebudayaannnhya. Siring
dengan hal tersebut terdapat tiga unsur pokok nilai nudaya yang terkandung,
dianataranya adalah niali tradisi masyarakat sunda, nilai religius, dan nilai
seni. Selanjutnya metode bernyanyi merupakan serangkaian metode yang
,menekanakan pada kativitas pnekanan nada-nada dan kata-kata dalam
mengekspresikan perasaan dan fikiran.
b) Melalui
metode bernyanyi anak dapat mngenal nilai-nilai budaya sunda yang sesuai dengan
perkembangan pengentahuannnya. Melalui bernyanyi anak dapat merekam nilai-nilai
yang terkandung dalam nyanyian bahasa sunda sehinggga anak dapat mngenal sejak
dini budaya sunda serta nilai-nilai yang budaya. Melalui bernyanyi nilai-nilai
budaya diinterpretasikan dalam bentuk kata-kata yang sederhana lalu
disenandungkan sehinggga kmakna dari lagub tersebut dapat diingat anak dalam
jangka waktu yang panjang.
3
B
Saran
Pendidikan anak usia dini merupakan sarana yang
strategis dalam mngembangkan berbgai pengetahuan yang harus didmiliki anak.
Tetapi dalam praktek riil nya pendidikan anak usia dini apada zaman sekarang
ini yang menjadi trending topik adalah pendidikan anak usia dini ala barat,
sehingga budaya lokal terkikiskan. Untuk itu dalam penerapan pendekatan pendidikan
anak usia dini sebaiknya pendekatan yang berbasis kearifan lokal sehingga
sesuai dengan karakteristik bangsa yang memiliki beribu-ribu budaya yang khas.
DAFTAR
PUSTAKA
Chourmain, Imam.2011.Pendekatan-Pendekatan Alternatif Pendidikan
Anak Usia Dini. Jakarta : Rineka Cipta
D, Nugraha. 2006. Ngamumule Basa Sunda. Bandung : Yrama
Widya
Isjoni. 2010. Model Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung :
Alfabeta
Kuswari, Usep DKK.2007. Pendidikan Bahasa Daerah Bahan Belajar
Mandiri. Bandung ; Upi Press
L.Roopnarine, Jaipaul Dan E,
Jhonson, James. Pendidikan Anak Usia Dini
Dalam Berbagai Pnedekatan. Jakarat : Kencana Prenada Media Group
Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar Dalam
Berbagai Aspeknya. Jakarat : Kencana Prenada Media Group
Suyanto, Slamet.2005. Dasar – Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.
Yogyakarata : Hikayat Publising
pakenjeng is my paradise
pakenjeng is my paradise
sempat terlintas dibenak ini untuk berkata ahal itu. terlahir sebagai orang pakenjeng bukanlah merupakan beban dan gengsi bagi diri ini. walau pun entah mengapa setiap orang yang bertanya tentang dari mana anada alamatnya ?? orang-orang yang bertanya seperti itu layaknya mnertawakan keberasalanaku ini. ditempat saya sekarang menuntut ilmu pun tak jarang teman-teman selalu mncibir nbahkan mnyepelekan asal tempatku itu. padahala nih whats wrong with PAKENJENG ??? apakah pernah alamat saya ini makana nya mnghinna yang bertanya. padahal tidak tuh setahu sya mah.
namun pada intinya saya itu bukan marah cuma geli aja buat orang-orang yang suka menyepelekan alamat saya itu. entahlah sebab pastinya apa. yang pasti saya orang PAKENJENG ASLI berani bersaing dengan mereka, berani melebihi kemampuan mereka, buktinya banyak orang pakenjeng yang kuliah. itu membuktikan bahwa pakenjeng is not hell.
sempat terlintas dibenak ini untuk berkata ahal itu. terlahir sebagai orang pakenjeng bukanlah merupakan beban dan gengsi bagi diri ini. walau pun entah mengapa setiap orang yang bertanya tentang dari mana anada alamatnya ?? orang-orang yang bertanya seperti itu layaknya mnertawakan keberasalanaku ini. ditempat saya sekarang menuntut ilmu pun tak jarang teman-teman selalu mncibir nbahkan mnyepelekan asal tempatku itu. padahala nih whats wrong with PAKENJENG ??? apakah pernah alamat saya ini makana nya mnghinna yang bertanya. padahal tidak tuh setahu sya mah.
namun pada intinya saya itu bukan marah cuma geli aja buat orang-orang yang suka menyepelekan alamat saya itu. entahlah sebab pastinya apa. yang pasti saya orang PAKENJENG ASLI berani bersaing dengan mereka, berani melebihi kemampuan mereka, buktinya banyak orang pakenjeng yang kuliah. itu membuktikan bahwa pakenjeng is not hell.
Minggu, 25 Maret 2012
BERMAIN
MELONCAT DADU UNTUK MENGENALKAN LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA DINI
MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Kuliah bermain
Oleh :
Ina
Martina
0903026
PROGRAM PENDIDIKAN GURU
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
KAMPUS CIBIRU
UNIVERSITAS PENDIDIKAN
INDONESIA
BANDUNG
2012
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan
rasa syukur bagi-Nya dengan ketetapan serta kebijakan-Nya. Shalawat serta salam
senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan para
sahabat-sahabatnya.
Penyusun menghaturkan banyak-banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu, membagi, mendukung, serta
mendoakan, baik yang telah menyalurkan tenaga, fikiran dan materi atas segala
yang terasa maupun tidak langsung atau yang langsung dalam penulisan makalh
ini. Tanpa doa dan dorongan serta motivasi dan dorongannya maka makalah ini
terbentuk.
Atas ridho dan karunia-Nya pula maka maklah
ini terbentuk dengan judul Bermian
Lompat Dadu Untuk Mngenalkan Lambang Bilangan Pada Anak Usia Dini, walaupun dengan segala bentuk kekuranganya
dan jauh dari kesan kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya mulik Allah semata.
Maka kritik dan saran para pembaca semuanya
akan sangat ditunggu dan diterima demi tercapainya perbaikan dalam penilisan
makalh selanjutnya.
Wassalam
Penyusun
DAFTAR ISI
Daftar
isi
Kata
pengantar
Bab
1 pendahuluan
1. A
Latar belakang
1. B
Rumusan masalah
1. C
Tujuan Penulisan
1. D
Metode penulisan
1. E
sistematika penulisan
Bab
2 bermain melompat dadu angka untuk mngenalkan lambang bilangan pada anak usia dini
2. A
Alat main
2. B
Cara permainanan
Bab
3 analisis
3. A
Kajian teori
3. B
Uji coba permainan dan wawancara
Bab
4 kesimpulan
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
1.
A
Latar Belakang
Bermain merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat
dipisahkan dari anak, bermain merupakan dunia mereka, maka dari itulah kegiatan
bermain sambil belajar yang harus dikembangkan pada anak usia dini. Berbagai bentuk permainan beragam yang dimainkan
oleh anak dengan teman sebayanya, bahkan dengan orang dewasa disekitarnya
sekalipun.
Banyak aspek perkembangan yang bisa dikembangkan
melalui permainan. Salah satunya adalah kemampuan kognitif anak. Kemampuan
kognitif anak ikut mempengaruhi pola fikir bermain mereka maka dari itu bermain
itu tidak hanya menuntut kegiatan yang aktif secra fisik semata namun juga
harus mengaktifan kemampuan berfikir logis matematis mereka.
Karakteristik anak usia dini beradap pada tahap
sensorimotor menurut Piaget, kemampuan kognitif mereka pada tahap ini adalah
dimana mereka belum dapat berfikir secara abstrak, mereka baru dapat berfikir
secara konkret. Maka mereka hanya akan mengenal konsep pengetahuan dengan
benda-benda yang nyata.
Untuk itulah maka dalam mengembangkan logis
matematis mereka, dalam mengenalkan bilangan dengan lambang bilangannya melalui
benda konkret seperti halnya dengan
media Dadu Angka yang dikemas dalam permainan melompat dadu. Maka dari
kegiatan bermain ini diharapakan dapat mengenalkan lambang bilangan secra
kongkret.
I.
B Rumusan Masalah
1) Bagaimanakah
permainan melompat dadu itu ?
2) Bagaimana
bermain melompat dadu dapat mengenalkan lambang bilangan pada anak nusia dini ?
I.
C
Tujuan Penulisan
1) Untuk
mengetahui permainan melaompat dadu angka
2) Untuk
mengetahui bermain melompat dadu angka dapat mengenalkan lambang bilangan pada
anak usia dini
I.
D
Metode Penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
I.
A latar belakang
I.
B Rumusan masalah
I.
C Tujuan penulisan
I.
D Metode penulisan
I.
E Sistematika penulisan
BAB
2 BERMAIN MELOMPAT DADU ANGKA UNTUK MENGENALKAN LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA
DINI
2.
A Alat main
2.
B Cara permainan
BAB
3 ANALISIS
3. A
Kajian teori
3.
B praktek anak
BAB
4 KESIMPULAN
I.
E
Sistematika Penulisan
Pada
penulisan makalah ini penulis menggunakan studi litelatur dan studi pustaka
yang dimulai dari bab 1 tentang pendahuluan yang berisikan tentang latar
belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan , dan sistematika penulisan.
Selanjutnya bab 2 berisikan tentang bermian melompat dadu angka untuk
mngenalkan lambang bilangan pada anak usia dini. Lalu bab 3 berisikan analisis
kajian teori dan ujicoba permainan serta hasil wawancara. Dan terakhir bab 4
berisikan kesimpulan.
BAB
2 BERMAIN MELOMPAT DADU ANGKA UNTUK MNGENALKAN LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA
4-5 TAHUN
2.
A Alat Permainan/ Media
Adapun media yang digunakan dalam
permainan ini adalah, sebagai berikut :
1) Dadu
angka
2) Anak
3) Halaman
yang luas
Dalam
menetapkan media permainan maka guru harus bmemperhatikan keamanan dan keawetan
mainan tersebut, maka Dadu angka yang dipakai dalam permainan ini adalah dadu
angka yang terbuat dari kain flanel. Bahan yang dibutuhkan dalam membuat dadu
angka adalah :
a) Kain
flanel
b) Busa
atau kapas
c) Jarum
jahit
d) Benang
jahit
e) Gunting
Cara membuatnya adalah, pertama
buatlah pola persegi dan lambang bilangan yang akan dikenalakan berjumlah enam dengan ukuran yang sama
berbentuk persegi pada kain flanel. Kedua guntinglah kain flanel dengan
mengikuti pola yang sudah dibuat tadi. Ketiga jahitlah kain flanel yang
sudah berbentuk persegi tadi satu persatu sehingga membentuk persegi, namun ada
satu sisi yang belum tertiutup untuk memasukan busa atau kapas.keempat Tempelkanlah bentuk huruf-huruf di atas
permukaan kain flanelnya. Dan terakhir masukan busa atau kapas
kemudian jahitlah. Sehingga membentuk dadu seperti gambar berikut ini
2. B Cara memainkan
permainannya :
Dalam
memainkan permainan ini langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1) Anak
melemparkan dadu sesuai dengan keinginannya
2) Setelah
dilempar, mintalah anak untuk menyebutkan bilangan tersebut
3) Lalu
suruhlah anak untuk melompat sebanyak angka yang ia sebutkan
4) Jika
benar maka berilah kesempatan pada anak untuk menunjukan lambang bilangannya
pada angka dadu tersebut
BAB
3 ANALISIS
3. A Kajian Teori
Menurut
Elizabeth Hurlock (dalam Yunus,2009:13) bahwa bermain itu dibagi menjadi dua
kategori, yaitu bermain aktif dan bermain pasif. Yang termasuk kedalam bermain
aktif diantaranya adalah:
1) Bermain
bebas dan spontan, biasanya rata-rata dimainkan oleh anak usia 3 sampai 2
bulan. Bermian bebas dan spontan ini biasanya dilakukan dimana saja dan kapan
saja. Bayi usia 2-3 bulan biasanya tiba-tiba menendang, meraih benda.
2) Bermain
peran,dimana dalam permainan ini anak-anak menggunakan daya imajinasi mereka
dalam melakukan permainan. Misalnya anak bermian pasar-pasaran ada yang menjadi
pembeli dan ada yang menjadi penjual.
3) Mengumpulkan
benda-benda, dalam permainan ini anak-anak mngumpulkan benda-benda yang menarik
perhatiannya, seperti mengumpulkan biji-bijian yang menurut mereka unik walaupun
tidak tau kegunaannya.
4) Membangun
dan menyusun, dalam permianan ini anak-anak menggunakan berbagi jenis
benda-benda yang dapat dijadikan suatu hasil karya. Misalnya bermain pasir
membuat gunung, istana, dan sebagainya.
5) Permainan
games dan olah raga, dalam permainan ini anak-anak melakukan pertandingan
antara anak satu dengan lainnya atau dalam kelompok untuk menguji kemampuan
mereka masing-masing.
6) Bermain
musik, dimana dalam permainan ini melibatkan aktivitas anak dalam seni
musiknya, seperti tiba-tiba disekolah anak memukul-mukul meja atau menari-nari.
7) Melakukan
penjelajahan, dalam permainan ini anak melakukan aktivitas eksplorasi untuk
m,eneliti atau menelaah sesuatu yang melibatkan alam bebas. Misalnya
karyawisata.
8) Melamun,
dalam aktivitas ini anak mengggunakan imajinasi mereka nuntuk memikirkan
sesuatu yang mereka inginkan, maka secara sepintas mereka sedang aktif
berfikir, misalnya melamun sedang meniki kapal besar, atau sedang memiliki
mobil besar, dan sebagainya.
9) Bermain
komputer, dimana dalam aktivitas ini anak juga menggunakan daya fikir mereka
dalam melakukan permaianan yang berasal dari komputer.
Yang
termasuk kedalam permianan pasif diantaranya adalah :
1) Membaca,
dalam aktivitas ini anak sedang melakukan daya kemampuan bahasanya, misalnya
membaca buku cerita tentang binatang.
2) Melihat
dan membaca komik, misalnya dalam aktivitas ini anak membaca komik sinchan, dan
lainnya.
3) Menonton
film atau televisi, dalam aktivitas ini anak bermain dengan menggunakan media
televisi, misalnya menonton fil doraemon, songebob squarepants, dan lainnya.
4) Mendengarkan
radio, dalam aktivitas ini anak mengggunakan indra pendengarannya, misalnya
mendengarkan cerita dari radio.
5) Mendengarkan
musik, anak-anak beraktivitas mendengarkan musik. Misalnya mnedengarkan musik
dari hanphone lagu-lagu anak..
Sejalan
dengan kategori bermain diatas maka bermain meloncat bdadu angka dapat masuk
kedalam kategori jenis bermain aktif yang maka bisa dimasukan kedalam jenis bermain games dan olahraga.
Dimana dalam permianan ini menuntut anak untuk menggunakan kemampuan motorik
kasarnya dan kemampuan kognitifnya, walaupun permainan ini tidak harus selalu
dipertandingkan akan tetapi dalam satu waktu permainan ini juga bisa
dipertandingkan oleh banyak anak. Dalam permainan ini juga anak dituntut untuk
dapat berfikir secara aktif dan menggunakan fisik secara aktif,yang berfungsi
untuk mengembangkan kemampuan motorik anak dan mengembangkan kemampuan
intelegensi anak. Seperti yang menurut Yunus abidin (2009:28) bahwa fungsi
bermain itu diantaranya adalah:
1) Mengembangkan
kemampuan motorik anak, dimana anak menyeimbangakan gerakan fisik dengan
fikiran mereka. Ini berarti bermain melompat dadu sangat berguna bagi anak
untuk mengembangkan kemampuan motoriknya.
2) Mengembangkan
kemampuan intelektual (kognitif0 , dimana dalam bermain melompat dadu angka
anak diberikan kesempatan untuk menggunakan indra pendengaran dan penglihatan.
Menyeimbangakan antara indra penglihatan dan kemampuan berfikir mereka dengan
cara mnebak huruf yang dilemparkan lalu mnyeimbangkan banyak angka dengan aktivitas
melompatnya.
Maka
jenis permaian melompat dadu angkat dapat dikategorikan sebagai permaian games
atau olahraga yang dapat mengembangkan kemampuan motorik dan kemampuan daya
berfikir anak.
Selain
itu juga beberapa asumsi perkembangan kognitif anak dalam bermain menurut
Piaget (Yunus abidin.2009:33)
“Pada
saat anak bermain, mereka akan mengasimilasi berbagai ide dan pikiran baru.
Ketika informasi atau situasi yang diketahuinya tidak sejalan dengan apa yang
mereka telah ketahui, anak akan mengalami keputusasaan (disequilibrium). Pada
saat itu anak akan mencoba mnguasai informasi tersebut melauli proses akomodasi
(mengadaptasi informasi tersebut dengan infprmasi yang ada sebelumnya )
sehingga akan terbentuk pola pemahaman baru pada anak (equilibrium)”
“Lebih
jauh piaget yakin bahwa bermain merupakan aktivitas asimilasi utama anak
mengintegrasikan realitas dialami kedalam struktur mentalnya, secra praktis
menghasilkan bentuk ide-ide baru,dan membangun makna atas pengalamanya
tersebut. Melalui bermain, anak intuitif mengekspresikan berbagai elemen
pengalamannnya yang tidak sejalan dengan pengetahuan awalanya menjadi sebauah
pengetahuan siap barunya yang akan digunakan untuk menginterpretasikan dan
mengekspresikan makna”
Berdasarkan
karakteristik proses diatas maka bermain melompat dadu angka ini juga bagian
yang akan memberikan peran terhadap proses pembentukan pengetahuan baru bagi
anak dalam hal ini pngetahuan kognitifnya. Sebelkumnya anak hanya mengetahui
bahawa nama-nama angak-angka itu bagi mereka dalah sebuah niali perhitungan
yang dimana sebelumnya mereka tidfak mngenal bahwa angka itu memiliki lambang
masing-masing ini meruppakan proses bagian dari asimilasi dan skema (pengalaman
/pengetahuan awal). Setelah itu melanjut pada proses kognitif selanjutnya dengan
melempar dadu yang berisikan lambang-lambang angka yang harus mereka kuasai,
mereka akan menyatukan pengetahuan awal dengan pengetahuan baru yakni bahwa
setiap angka memilikin lambang dengan melibatkan aktivitas fisik ini merupakan
proses akomodasi. Dan terakhir anak aakan menyeimbangakn pengetahuannnhya itu
dan mempertahankannya dalam kemampuan logis mereka dan menjadi pngetahuan baru
dan ini merupakan proses equilibrium.
3. B Ui Coba Permaian
Pada
tahap awal diujicobakan permainan ini kepada anak umur 3 tahun, karena jenis
permainan ini dapat diperkenalkan pada anak umur 3 tahun walaupun hanya sebatas
memperkanalkan permainnya bukan untuk menanamkan kemampuan supaya harus
dimiliki anak. Selain itu juga karena anak umur 3 tahun ini sudah memiliki kmampuan
dalam mngetahui angka-angka antara 1-5.
Uji
coba dilakukan diluar ruangan yakni out door, karena agar menyatu dengan alam
sekitar sehingga anak tidak bosan dan tidak jenuh dalam melakukan permainnya.
Sebelum
menginjak pada permainan tahap awalnya, anak diatany untuk bercerita apakah dia
tau angka berapa saja, ternyata anak menjawab mngetahui hingga angka 1-5 dengan
cara mnyebutkannya satu persatu walaupun tanpa disuruh. Lalu anak diajak untuk
bermain langsung :
Pertama
anak
diajak untuk melempar dadunya
Disini
terlihat bahwa anak sangat antusias dan senang dalam melempar dadu karena
mungkin ini adalah merupakan suatu kegiatan yang ajaib bagi nmereka harus
melempar-lempar benda.
Kedua,
anak setelah melempar dadu diajak untuk menyebutkan angka dadunya
Disini nampak telihat anak sedang serius berfikir, mungkin ini
merupkan proses pengembangan kognitifnya.
Ketiga
setelah menyebutkan angka yang ia dapatkan maka ajaklah untuk melompat sebanyak
angka yang ia sebutkan


Anak
telihat senang dengan melompat yang ia lakukan, tidak nampak raut muka yang
sedihb atay bingung bahkan bosan yang terlihat raut muka yang mneyenangkan.
Hasil Wawancara
Nama
anak : Sigit Suhada
Umur
: 3 tahun
Pertanyaan
:
Sigit
tau angka berapa aja ?
Jawaban
anak :
Dede
mah tau angka 1 2 3 4 5
Pertanyaan
:
Yang
angka satu yang mana ya? (sambil menunjukan dadu angka)
Jawaban
anak :
Yang
ini (menunjukan lambang bnilangan angka 1 )
Pertanyaan
:
Tadi
senang gak main lempar dadu sama melonpat ?
Jawaban
anak :
Senang ko
Sigit
tau sekarang yang mana yang angka 1 ?
Jawaban
anak :
Iya
yang warnanya merah (sambil menunjukan dadu)
BAB 4 KESIMPULAN
1) Bermain
melompat dadu angka adalah merupakan sejenis prmainan games olah raga, dimana
anak melempara dadu angka dan menyebutkannya kemudian hasilnya ia melompat
sebanyak angka yang ia sebutkan. Secara rinci proses bermainnya Anak
melemparkan dadu sesuai dengan keinginannya. Setelah dilempar, mintalah anak
untuk menyebutkan bilangan tersebut.Lalu suruhlah anak untuk melompat sebanyak
angka yang ia sebutkan. Jika benar maka berilah kesempatan pada anak untuk
menunjukan lambang bilangannya pada angka dadu tersebut.
2) Bermain
melompat dadu angka dapat mnenganlakn lambang bilangan kepada anak, disini anak
akan mngenal angka melalui dadu yang ia lemparkan terlebih dahulu lalu
menggunakannya dalam lompatan-lompatan yang harus ia lakukan. Bermain lompat
dadu angka ini dapat diperkenalkan mulai anak usia 3 tahun. Dalam permianan ini
anak terlihat nampak bahagia dan senang karena permianan ini mudah dimengerti
anak.
DAFTAR
PUSTAKA
Abidin, Yunus. 2009. Bermain Pengantar Bagi Penerapan Beyond
Centres And Circle Time (BCCT). Bandung: Rizqi Press
Suyanto, Slamet.2005. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.
Yogyakarta; Hikayat Publising
Langganan:
Postingan (Atom)
sungai yang mngelair dari desa tanjung jaya kecamatan pakenjeng menuju sungai cikakajang biasanya dipakai untuk wahana olahraga arum jeram. 





